Bocah Usia 2 Tahun di Maine Tembak Ayah dan Ibunya

Bocah berusia dua tahun menembak ayah dan ibunya setelah menemukan pistol yang terkokang di meja samping tempat tidur orang tuanya. Penembakan mengejutkan ini terjadi di rumah keluarga tersebut di Bath, Maine, Amerika Serikat (AS), Rabu (12/5/2021). Sherif Sagadahoc County, Joel Merry mengungkapkan bocah berusia dua tahun itu berhasil diselamatkan oleh pemadam kebakaran.

Dilansir dari Daily Star , Kamis (13/5/2021), bocah tersebut menembak ayahnya di kepala dan ibunya di kaki. Sang bocah juga sempat menyakiti dirinya sendiri setelah hentakan pistol tersebut mengenai wajahnya. Untungnya, kedua orang tua bocah tersebut, berusia 25 dan 22 tahun, tak mengalami luka yang mengancam nyawanya.

Mereka dan putranya telah dibawa ke rumah sakit Mid Coast untuk perawatan. Sherif Merry menambahkan luka sang bocah tersebut sangat kecil, dan bisa keluar dari rumah sakit secepatnya. Saat kejadian tersebut, putra pasangan tersebut lainnya, bayi berusia tiga pekan juga ada di dalam ruangan.

Bayi tersebut saat ini dirawat neneknya, yang juga tinggal di rumah yang sama, namun tak ada ketika insiden itu. Sherif Merry mengungkapkan tengah menginvestigasi bagaimana bocah tersebut bisa menguasai pistol dan kemudian menembakkannya. “Situasi ini, selain sangat mengganggu, juga bisa saja memiliki akhir yang tragis,” tuturnya.

“Kami bersyukur tak ada yang cedera parah,” lanjut Sherif Merry. Polisi mengidentifikasi senjata tersebut sebagai pistol 9mm semi otomatis. Sherif Merry menegaskan, insiden tersebut sebagai peringatan kepada publik agar menjaga senjata api mereka tetap terkunci di lokasi yang aman dan jauh dari jangkauan anak anak.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Afrika Selatan pada tahun 2018 lampau. Sebuah berita mengejutkan dari KwaZulu Natal, Afrika Selatan mungkin dapat menjadi pelajaran untuk para orang tua agar lebih berhati hati menaruh benda berbahaya di dalam rumah. Dilansir dari Mirror (4/2/2018) seorang bocah laki laki berusia 11 tahun tak sengaja menembak adik perempuannya sendiri yang masih berusia dua tahun.

Menurut laporan polisi, pistol yang dimainkannya tersebut merupakan milik ayahnya dan dimiliki secara sah dengan lisensi. Saat itu kedua orang tua kakak beradik tersebut sedang tidak ada di tempat. Tak dijelaskan bagaimana akhirnya bocah laki laki itu mendapatkan pistol ayahnya.

Ia tak sengaja menembak adiknya sendiri saat memainkannya. Melihat hal tersebut terjadi pada adiknya, ia kemudian ketakutan dan menembak dirinya sendiri. Nahas, keduanya tewas karena tembakan tersebut.

Sang adik tewas dalam perjalanan ke rumah sakit sedangkan kakanya tewas di tempat kejadian. Kejadian ini membuat manyarakat Afrika Selatan mendesak agar pemilik senjata api berlisensi dapat menjaga benda berbahaya tersebut dari jangkauan anak anak. Polisi masih terus menangai kasus ini dan pemilik senjata api yang merupakan ayah dari bocah tersebut.

Pemegang senjata api berlisensi dapat dikenai hukum atas kelalaian meletakkan atau menggunakan senjata. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Internasional

Myanmar Mendakwa Jurnalis AS dengan Pasal Terorisme dan Penghasutan

Seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Myanmar, Danny Fenster, didakwa dengan pasal terorisme dan penghasutan. Menurut pengacara Danny Fenster, jika terbuksi bersalah, kemungkinan jurnalis tersebut juga dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup. "Danny Fenster ditangkap saat meninggalkan Myanmar pada Mei 2021 kemarin dan dikenai dua dakwaan baru berdasarkan Undang Undang Anti Terorisme dan […]

Read More